English | Indonesia
   
 

Baby Happy Tanamkan Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Anak

Gelar “Aku dan Ayah Happy Day’s Out”, Baby Happy Pants Dekati Masyarakat

Surabaya, 11 Desember 2016Baby Happy, produk popok bayi produksi Wings Care menanamkan pentingnya peran ayah dalam perkembangan fisik dan psikologis anak. Perlu usaha dan komitmen dari orang tua demi demi tumbuh kembang anak yang optimal terutama pada masa emas anak (0-5 tahun). Peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan balita. Pola asuh ayah kepada anaknya bisa dikatakan lebih menyenangkan karena gaya pengasuhan anak lebih ke arah bermain dan memberi tantangan fisik kepada balita. Baby Happy mengemas acara “Aku dan Ayah Happy Day’s Out” sebagai wadah bermain ayah dan anak yang digelar 10-11 Desember 2016 di Atrium Royal Plaza Surabaya.

Setiap orang tua ingin anak bertumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, diperlukan kerja sama dan kekompakan antara ayah dan ibu agar sang buah hati bertumbuh dan berkembang baik secara fisik dan psikologis. Tidak hanya tugas seorang ibu dalam membesarkan anak di rumah, tetapi peran ayah sangat besar dalam sebuah keluarga selain mencari nafkah.

Ibu, ayah dan anak saling mempengaruhi satu sama lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Ayah secara tidak langsung mempengaruhi hubungan dalam keluarga ketika ayah memediasi dan memodifikasi hubungan ibu-anak. Misalnya ketika ibu marah pada anak, ayah memediasi dengan cara mengajari anak meminta maaf pada ibu. Bila secara tidak langsung saja, ayah memiliki peran terhadap pengasuhan, maka peran langsung ayah dalam pengasuhan sangat penting. Selama empat dekade, terjadi peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda dalam menstimulasi perkembangan anak.

Menurut Ari Pratiwi, psikolog anak dan pengajar Universitas Brawijaya, peran ayah dalam pengasuhan meliputi: 

  1. Economic provider à pencari nafkah, penyedia kebutuhan ekonomi. Walaupun sudah banyak ibu memasuki area publik, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ayah masih sebagai sosok utama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga
  2. Friend & playmate à teman bermain. Ayah cenderung lebih terlibat dalam hal bermain yang bersifat fisik, sedangkan ibu lebih kepada verbal. Bermain yang bersifat fisik paling sering dilakukan ayah pada anak berusia 2-5 tahun. Ayah lebih terlibat dalam bermain di luar dan berkaitan dengan melakukan pekerjaan di sekitar rumah seperti membetulkan barang yang rusak. Ibu lebih terlibat pada hal-hal berkaitan penyelesaian tugas rumah tangga, tugas sekolah seperti membaca, bermain dengan mainan, pekerjaan tangan.
  3. Caregiver à ayah perlu bersikap hangat, penuh kasih sayang dan mengayomi sehingga anak merasa nyaman. Sentuhan fisik seperti pelukan juga dapat diberikan oleh ayah.
  4. Teacher & Role model à baik anak laki-laki maupun perempuan akan menjadi ayah sebagai panutan peran mereka. Pada anak laki-laki bagaimana mereka akan bersikap sebagai laki-laki, sedangkan pada anak perempuan bagaimana seharusnya laki-laki memperlakukan mereka. Ayah juga mengajarkan bagaimana anak seharusnya bersikap. Dalam hal ini, ayah lebih mengajarkan dalam hal kemandirian, bersikap tegas, ketangguhan dan keberanian. Ibu lebih mengajarkan dalam hal baik hati, luwes dalam bergaul, mengasuh.  Ayah dan ibu sama-sama dapat mengajarkan kemampuan problem solving pada anak, walaupun dalam area yang berbeda, biasanya ayah berkorelasi dengan hal teknis, sedangkan ibu pada hal relasi.
  5. Monitor & disciplinary à ayah adalah penegak disiplin dan pengawas perilaku anak. Seharusnya ayah juga turut mengamati perkembangan perilaku anak, sehingga dapat menegakkan disiplin ketika mulai tampak tanda-tanda penyimpangan.

“Interaksi yang intensif antara orang tua, khususnya ayah dengan bayi akan menciptakan adanya keseimbangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi adalah penting untuk seorang anak tumbuh menjadi anak hebat. Oleh karena itu, Baby Happy mengajak para ayah untuk senantiasa berkomunikasi dan berinteraksi, baik secara verbal maupun secara non verbal, salah satunya adalah dengan menggantikan popok bayi,” ujar Julie Widyawati, Marketing Manager Baby Happy - di talkshow media Baby Happy Aku & Ayah Happy Day’s Out.

Super Absorbent Polymer Baby Happy dapat menyerap 50% lebih banyak sehingga aman dan tidak bocor walaupun dipakai selama beraktivitas. Dengan teknologi double pressure, Baby Happy tetap tipis meskipun memiliki kapas yang lebih banyak. Ada karet pinggang yang lebih tinggi dan fleksibel sehingga tidak mudah melorot karena menggunakan perekat ultra sonic. Keunggulan inilah yang semakin membuat Baby Happy Pants nyaman dalam aktivitas sang bayi dan mendukung pertumbuhan motorisnya. “Ayah tidak perlu khawatir popok bayinya bocor ketika berinteraksi aktif bersama buah hatinya,” ungkap Julie. 

“Di Indonesia tren pasar menunjukkan pertumbuhan popok bayi mencapai 18-20% per tahun. Ini yang membuat Wings selaku produsen barang kebutuhan rumah tangga serius menggarap popok Baby Happy. Baby Happy telah melakukan berbagai aktivasi untuk mendekatkan Baby Happy Pants kepada masyarakat. “85% pangsa pasar popok bayi adalah popok bayi berjenis celana. Menjawab kebutuhan masyarakat yang demikian besar, maka Baby Happy telah memiliki varian Baby Happy Pants. Sepanjang tahun 2016 kami telah dan terus berkeliling Posyandu dan PAUD untuk memperkenalkan fungsi dan keunggulan Baby Happy. Ke depannya Baby Happy akan terus mengadakan aktivasi dan edukasi bertema parenting agar semakin banyak orang tua yang paham bahwa kedekatan emosional antara anak dan kedua orang tuanya itu sangat penting untuk perkembangan balita terutama di masa golden ages,” tambah Julie.

Selama akhir pekan pengunjung Royal Plaza dapat mengikuti acara yang telah dikemas menarik dalam Aku dan Ayah Happy Day’s Out yang menarget orangtua muda. Dihadirkannya Brand Ambassador Baby Happy juga menambah semarak acara ini. Dude Harlino, artis peran sekaligus Brand Ambassador Baby Happy mengatakan bahwa dia sangat paham bahwa ayah mengambil peran besar bagi perkembangan dan tumbuh kembang anak. “Urusan mengasuh anak, saya juga ingin mengambil peran besar di dalamnya. Di tengah kesibukan sehari-hari, bukan alasan untuk tidak bermain dengan anak. Family always comes first. Saya harus membangun emotional bonding dengan anak saya sejak dini. Pada saat mengasuh pun, komunikasi verbal dan non verbal dapat terjalin. Baby Happy membantu anak saya untuk leluasa bergerak aktif dan nyaman ketika bermain. Terlihat dari wajahnya yang selalu ceria. Mom and dad happy, baby happy,” tegas Dude Harlino.

Rangkaian acara Aku dan Ayah Happy Day’s Out” diadakan di 5 kota besar di Indonesia, setelah sukses diadakan di Jakarta, acara ini dilanjutkan ke Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Berbagai talkshow parenting dengan topik menarik dan bermanfaat disediakan bagi para orang tua. Tidak ketinggalan, anak-anak dapat mengikuti kegiatan seru bersama orang tuanya seperti Baby gym, Dance with Dad, lomba pakai popok, dan lomba bayi merangkak. Pengunjung pun dapat mengunjungi berbagai booth seperti, booth konsultasi pakar, booth foto, booth bazaar fashion, mainan & makanan Anak, booth nail art & face painting dan masih banyak kegiatan seru lainnya.

“Semakin banyaknya tema dan topik parenting semakin membuat banyak orang tua terbina dan terarah dalam mendidik anak. Tantangannya adalah menginformasikan ini ke daerah-daerah yang masyarakatnya belum banyak membaca informasi di media massa atau internet. Karena itu Baby Happy  berkomitmen untuk terus mengedukasi orang tua di seluruh Indonesia, tidak hanya di kota besar, tapi juga di daerah-daerah,” tutup Julie.