English | Indonesia
   
 

 Remajakan Merek, TOP White Coffee Masuk ke Ranah Mode & Gaya Hidup

TOP White Coffee – The Official Coffee for Jakarta Fashion Week 2017

Jakarta, 26 Oktober 2016 -- TOP White Coffee dengan citarasa white coffee yang otentik produksi Wings Food, hadir sebagai the official coffee untuk Jakarta Fashion Week 2017. Dengan hadirnya Top White Coffee di JFW 2017 mempertegas posisi kopi sebagai atribut lifestyle dari kaum urban. Khusus untuk event ini, dibuat tumbler eksklusif untuk menemani aktivitas para desainer dan para model. TOP White Coffee juga berkolaborasi dengan brand fesyen Lotuz, untuk menampilkan peragaan busana.

“TOP White Coffee hadir lebih kekinian dan menjawab kebutuhan pasar dengan gaya hidup yang praktis semakin modern,” ujar Tan Yen Man, Marketing Manager TOP White Coffee. Abimana Aryasatya didapuk menjadi Brand Ambassador untuk mewakili kepribadian TOP White Coffee yang muda, bersemangat dan menginspirasi orang lain.

“Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup jaman sekarang. Terutama bagi para pekerja kreatif, sering sekali kopi jadi teman berpikir dan memunculkan ide-ide seru. Nyawa belum ‘ngumpul’ rasanya kalau belum ngopi. Mengapa TOP White Coffee? Selain praktis, citarasa TOP White Coffee ini otentik. Dan, meski minum berkali-kali, nggak bakal bikin perut cranky,” tutur Abimana.

Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya di kalangan anak muda. Rasa dan aroma kopi yang khas, menjadikan kopi sebagai minuman yang banyak dipilih untuk segala suasana. Tidak heran, kopi menjadi minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia. Data dari LPEM UI tahun 2013, menunjukkan konsumsi kopi domestik mencapai 1 kg/kapita/tahun. Sementara itu, data dari ICO (International Coffee Organization) menunjukkan, pertumbuhan peminum kopi di Indonesia berkembang pesat, bahkan lebih besar (>8%) daripada dunia (6%). Menurut coffee expert Adi Taroe Pratjeka, ini didasari oleh tren ngopi ke kedai kopi mahal dan menikmati kemudahan kopi di rumah tinggal.

Kini terjadi perubahan usia peminum kopi. “Dulu, kopi adalah minuman orang tua. Sekarang, anak muda dan remaja juga bisa menikmati kopi,” ujar Adi. Kini kopi dipandang sebagai minuman yang fun, bukan minuman orangtua yang serius. Peminum kopi awal biasanya memilih kopi yang dicampur gula dan creamer, yang rasa kopinya lebih halus dan manis. “White coffee bisa menjadi pilihan untuk peminum seperti ini,” imbuhnya.

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi di Indonesia semakin bergairah. Produksi kopi olahan pun makin berkembang, menawarkan kopi yang praktis tanpa kehilangan citarasa kopi asli. Dan, kemudahan menyeduh kopi instan itu yang tidak terkalahkan,” ujar Adi. TOP White Coffee menampilkan citarasa khas white coffee yang sesungguhnya, dengan rasa kopi yang tetap tasteful. Nikmat diminum panas maupun dingin, tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut sehingga aman untuk diminum berkali-kali.

Pada Jakarta Fashion Week 2017 ini Top White Coffee berkolaborasi dengan LOTUZ. “Kami lihat rancangan dari Kesya Moedjenan sangat merepresentasi kaum urban dan para professional muda, seperti target audience Top White Coffee, dan warna-warnanya seperti warna coklat muda, putih, dan hitam cocok dengan Top White Coffee,” lanjut Yen Man.

Kesya Moedjenan, creative director dari LOTUZ berkolaborasi dengan TOP White Coffee menampilkan koleksi Spring Summer 2017 yang terinspirasi dari budaya Brasil yang festive dan bold. “Warna-warna rancangan saya ambil dari warna alam kota Bahia, Brasil. Itulah yang saya tampilkan pada peragaan busana malam ini,” ujar Kesya. Kesya percaya, tiap orang memiliki personal style yang otentik. Keotentikan inilah yang dikembangkannya menjadi karya yang menginspirasi. Gaya rancangan Kesya menampilkan sosok wanita yang modern, dinamis, berjiwa muda dan berani tampil beda.

Pada JFW 2017, Kesya juga membuat mahakarya terbarunya, yang akan diperagakan oleh Abimana Aryasatya saat fashion show. “Ini pertama kalinya saya merancang baju untuk laki-laki,” ucap Kesya. Baginya, TOP White Coffee menginspirasinya untuk berani melangkah, mencoba hal baru dan keluar dari zona nyamannya, di mana selama ini Kesya hanya merancang baju untuk perempuan.

Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup Kesya sehari-hari dan membuatnya lebih bersemangat. “Me time dengan Top White Coffee membantu saya mendapatkan inspirasi,” lanjutnya. Menurut Kesya, inspirasi yang berasal dari sesuatu yang otentik akan memberikan karakter kuat pada apa yang diciptakan. “Jangan pernah takut untuk bereksperimen. Beranilah mengkolaborasikan sentuhan etnik dengan tren. Inilah yang akan memberikan keontentikan tersendiri untuk personal style kita,” tutup Kesya.